by

Ketua Semmi Jaksel Sebut Covid – 19 Tak Berlaku Lagi

Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia ( SEMMI ) Cabang Jakarta Selatan, Dwi Panjul mengungkapkan status bahaya covid harus dicabut khusus di daerah Jakarta Selatan, rabu(10/3/21).

Dwi Panjul mengungkapkan “Kita sama sama tahu kalo belakangan ini ada pemberlakuan pkm atau pkm mikro yang memang di tujukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona ini”.

Dikutip dari Detik.com memang angka positif covid sudah menyentuh 1.379.662 jiwa per 7 Maret  penambahan kasus positif per 7 maret ada di angka 5826 kasus seluruh Indonesia.

Dari peta penyebaran angka positif per harinya , DKI Jakarta masih menyumbang angka yang lebih tinggi disekitaran 1834 kasus positif baru seperti apa yang dikutip Detik.com.

Dwi Panjul mengungkapkan angka tersebut menjadi pertanyaan bagaimana jalannya aturan PKM soal aturan buka setiap usaha dan kelola jaga jarak pada setiap kegiatan di masyarakat ataupun kegiatan usaha yang ada di Jakarta Khususnya Jakarta Selatan.

Hasil investigasi yang dilakukan oleh seluruh kader SEMMI Jakarta Selatan mengungkapkan ada beberapa tempat Hiburan Malam dibilangan Kemang, Jakata Selatan yang masih buka secara normal sampai pukul 4 Pagi dini hari yang dimana kita tau didalam tidak ada aturan soal jaga jarak, ungkap Panjul

Panjul menyampaikan hal ini harus di tindak tegas jangan ada yang tutup mata, usaha kecil dibidang makanan dilarang melayani di tempat tetapi beberapa kegiatan hiburan malam buka dan tidak ada batasan, ini ketimpangan yang kecil ditekan dan yang besar dibiarkan

Semua harus ditindak kalo mau pangkas harus rata , jangan yang kecil saja dikejar kejar sedangkan usaha yang besar mengundang keramaian dibiarkan seolah-olah masyarakat di tontonkan oleh ketidakadilan hukum oleh para seluruh pemangku kebijakan di Jakarta Selatan Khususnya Polres Jakarta Selatan yang seharusnya bertindak secara tegas , tutup Panjul

News Feed