Organisasi Kepemudaan dari Syarikat Islam angkat bicara mengenai dualisme Dewan pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), yang mengarah pada dua Kongres KNPI di tahun 2018, Senin, (12/11).

Chandra Halim selaku juru bicara dari serumpun organisasi tertua di Indonesia ini mengatakan bahwa hasil dari kemufakatan para pimpinan organisasi menyatakan tidak akan mengikuti kongres KNPI ke-XV di tahun 2018.

“Kami pastikan untuk tetap berhimpun didalam KNPI, namun untuk kongres tahun ini, kami absen sampai terjadinya satu kongres KNPI, dan jujur kami malu ditengah bonus demografi dan persaingan diera revolusi industri 4.0 kita terpecah. Dan ini akan mengakibatkan kita tidak bersatu ditengah bonus demografi yang seharusnya pemuda bisa bersatu dan bahu membahu untuk kemajuan bangsa dan negara, ” ujar Chandra.

Chandra menambahkan dari unsur historis, kehadiran KNPI merupakan keinginan bersama untuk pemuda bersatu. Itu merupakan cita-cita KNPI. “Jangan sampai karena ego yang tinggi kita melupakan cita-cita dan keinginan KNPI yang menyatukan pemuda. Bagaimana pemuda akan maju jika pemuda nya belum ada keinginan bersatu, ” tegasnya.

Ia mengatakan melihat kondisi ekonomi dan politik bangsa saat ini, sudah saatnya pemuda untuk bersatu demi terwujudnya kehidupan berbangsa dan bernegara akan lebih baik lagi kedepan. “Sudahlah. Pemuda jangan ikut-ikutan dalam menambah keburukan kondisi berbangsa dan bernegara,” katanya.

Disaat sekarang, harapan besar untuk kemajuan bangsa dan negara ada di pundak pemuda. “Oleh karena itu pemuda harus bersatu,” ujarnya.

Chandra meminta kepada pemerintah khususnya mempora agar segera menyatukan kongres pemuda.bukan dengan “kau yg memulai dan kaupun yg mengakhiri”
Tapi mari kita akhiri semua bersama.
Bersatu kita teguh bersama kita bisa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *