Drama Ojek Online yang beberapa hari viral dimedia sosial terkait surat dari Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) tentang penutupan aplikasi ojek online kepada pemerintah, berakhir dengan semangat perjuangan baru.

Pengurus Besar Serikat mahasiswa muslimin Indonesia (PB SEMMI) menjalin komunikasi bersama beberapa Aliansi Ojek Online diIndonesia dalam rangka klarifikasi/tabayyun, membahas terkait adanya pro dan kontra terkait isi surat tersebut, di Jakarta, pada senin (09/06/2018)

“Alhamdulillah tadi pengurus DPP GARDA dan TEKAB sudah bersilaturahmi dengan kami dikantor PB SEMMI diJakarta, ada juga beberapa point pembahasan kami dengan teman teman perwakilan organisasi Ojol, tentu yang pertama kami meminta maaf atas kesalahpahaman ini, lalu kami juga membahas tentang rencana gerakan kedepan antara kami dengan driver ojol dalam upaya melegalkan badan hukum ojek online dan meredam kekeliruan yang ada dimedia sosial agar tidak ditunggai kepentingan kelompok dan politik, kami juga kedepan akan silaturahmi kekantor mereka membicarakan hal strategis kedepan demi kesejahteraan driver ojol diIndonesia.” kata Bintang selaku ketua umum PB SEMMI

Tidak hanya hanya itu, pertemuan ojek online dengan PB SEMMI juga di gelar oleh organisasi Brigade Online Indonesia dirumah Kong Nano sapaan akrab teman teman ojek online di jakarta selatan pada hari yang sama pukul 20.00 s.d 00.00.

Adapun beberapa organisasi ojek online yang turut hadir dalam forum silaturahmi dan tabayun antara Ojek Online dan PB semmi, diantaranya KATO , G 99Indonesia, SGI, ASOOI, Komando Inti BOI dan Tiber.

“Pertama tama izinkan kami meminta maaf kepada seluruh abang abang yang merasa tersakiti oleh sikap dari organisasi kami, sejujurnya tidak ada maksut kami untuk menutup mata pencarian dari abang semua yang ada disini dan ini hanya kesalahpahaman yang dipolitisir oleh beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab dan menyebabkan kegaduhan yang terjadi”ucap Bintang kepada seluruh perwakilan Ojek Online Se Indonesia disambut dengan harmonis para ojek online.

Dalam pertemuan yang diInisiasi oleh DPP BOI, Zulfikar sebagai moderator membuka dengan memperkenalkan para perwakilan organisasi driver ojol, dilanjutkan dengan sambutan Sekjen KATO memulai dengan menceritakan permasalahan terkait gugatan yang dilayangkan ke Mahkamah Konstitusi yang menyebutkan Ojek Online bukan sebagai angkutan umum, sampai dengan tanggapan dari ASOOI terkait rencana kedepan dari gerakan PB SEMMI untuk memperjuangkan hak driver ojol.

Bintang Wahyu Saputra menjelaskan dalam forum “Saya ceritakan dulu kronologisnya, sebagian dari kami juga driver ojol dan merasakan hal yang sama dengan abang sekalian, perlakuan pemerintah yang kurang tegas dalam memberikan payung hukum kepada Ojek Online sampai akhirnya berefek kepada aplikator transportasi online bertindak semena mena itu landasan kenapa kami mewacanakan hal tersebut dan surat ini jujur aja ada yang miskomunikasi diorganisasi kami seharusnya tidak untuk dipublis tapi untuk dikonsultasikan kepada abang abang ojol itu sendiri, nah jika ditanya langkah kedepan kami akan membuka posko advokasi driver ojol, dan mengadakan diskusi sebagai bahan kajian untuk teman teman bergerak kedepan” kata bintang.

Sebelum acara ditutup kong nano berpesan kepada seluruh organisasi ojek online untuk menjaga persatuan dikarenakan persatuanlah yang membuat kita lemah jika kita tercerai berai dan masalah ini tidak pernah selesai.

Acara forum silaturahmi dan tabayun PB SEMMI bersama driver ojek online diakhiri dengan membuat gerakan Mahasiswa, Driver Ojol dan rakyat Indonesia bersatu menuju kesejahteraan yang dicita cita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *