Masyarakat Bengkulu yang tinggal di Jabodetabek dan sekitarnya menghadiri acara ‘Halal bi Halal’ di Balai Samudera Kelapa Gading Jakarta Utara, pada hari Sabtu 7 Juli 2018, yang diselenggarakan oleh ‘Badan Musyawarah Masyarakat Bengkulu Jabodetabek [BMMPB-Jabodetabek], bekerjasama dengan ‘Badan Penghubung Provinsi Bengkulu di Jakarta’.

Ketua Pelaksana Ibu Mawarti Duramin, dalam sambutannya mengucapkan terma kasih antusias dan partisipasi Masyarakat Bengkulu baik yang hadir maupun yang memberikan bantuan baik secara Moril maupun Material. Begitu juga Pemprov. Bengkulu dan Para Pemda Kab. Kota yang telah memberikan Suport akan terlaksannya acara ini.

Dalam sambutan Gubernur Bengkulu, yang diwakili oleh Sekda Prov. Bengkulu, menyampaikan pesan dari PLT. Gub. Bengkulu, Mengucpakna Selamat Berhalal bi Halal. Dan Gub. Bengkulu memohon maaf atas ketidak hadiran dikarenakan ada tugas lain yang tidak bisa untuk ditinggalkan.

Sementara sebagai Ketua Steering Committee, Bpk. Laks. Faisal, mengatakan akan ada event yang lebih besar lagi dalam Rangka Menyambut HUT Emas Prov. Bengkulu ke-50. Seperti Rangkaian Kegiatan Sail Enggano yang di Ketua Oleh Bpk. Kol. Taufik Arief dan Kegiatan Lainnya seperti Napak Tilas Sejarah ‘Sang Merah Putih, yang di jahit oleh Ibu Fatmawati.

Dalam kempatan lain Ketua BMMPB-Jabodetebek Bpk. Mulyadi S. Kahar, mengatakan sungguh terharu atas antusiasnya Masyarakat Bengkulu dari Jabodetebek dan bahkan dari Karawang yang datang di Acara Halal bi Halal ini, kemudian dilanjutkan dengan Penutup Do’a oleh Ustd. Sunirman dari Kab. Kaur.

Pagelaran seni budaya dalam silaturahmi masyarakat bengkulu se-Jabodetabek itu dinilai sebagai pengobat rindu sekaligus menjadi rangkaian acara menyambut ulang tahun emas 50 tahun Provinsi Bengkulu. Menurut ketua komite peringatan 50 tahun Bengkulu, Laksamana TNI Dr Faisal, Bengkulu mempunyai karakter sejarah yang unik. Selain perjalanan kisah pendudukan Inggris hingga tempat pengasingan Bung Karno, Bengkulu juga melahirkan sang penjahit Bendera Pusaka.

“Kita melalui Kemenhan akan mencoba mendorong menjadikan budaya menjahit Bendera untuk upacara kemerdekaan RI dilakukan oleh ibu negara, dan dilakukan di Bengkulu. Ini akan menjadi media yang baik untuk mengingat sejarah sekaligus semangat nasionalisme,” kata Faisal.Wujud mencintai Bengkulu, tambahnya, peringatan usia emas juga akan digelar di Jakarta. Rencananya tahun ini, akan digelar upacara bendera di pelataran Monas. Hal itu dikatakan Faisal untuk kembali menegaskan sejarah emas Monas yang juga berasal dari Bengkulu.

HALAL BI HALAL
HALAL BI HALAL
HALAL BI HALAL
HALAL BI HALAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *