Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia merupakan wadah mahasiswa yang turut berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan negara, dalam menghadapi Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) Serentak 27 July 2018. Maka dengan ini, Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) memberikan sikap dan pandangan Politik sebagai berikut:

Himbauan kepada kader SEMMI Dan Masyarakat Indonesia

1. Mendukung dan mendorong Pelaksanaan pilkada serentak 2018 untuk memilih kepala daerah secara demokratis dan konstitusional.

2. Menuntut dan mengharapkan agar seluruh elemen Penyelenggara Pemilu (KPU, Bawaslu, Gakumdu, TNI, POLRI) dapat menjamin pelaksanaan Pilkada yang tepat waktu, aman, lancar, jujur dan adil.

3. Menuntut kepada penyelenggara Pemilu untuk berlaku netral, amanah, obyektif, adil, transparan, dan independen.

4. Menghimbau kepada para calon kepala daerah agar bersaing secara sehat, tidak menggunakan politik uang, tidak memaksanakan kehendak, tidak memecah belah persatuan bangsa, rakyat dan umat, serta bersikap ksatria siap menang dan siap kalah.

5. Kepada partai politik dan team sukses pasangan calon tidak memprovokasi dan menebarkan kebencian kepada pihak lain baik secara lisan, tulisan ataupun perbuatan.

6. Kepada masyarakat umum yang memiliki hak pilih hendaknya menggunakan hak politiknya secara cerdas, aktif, bertanggung jawab, mandiri, menolak politik uang, serta menjaga kerukunan, persatuan dan persaudaraan/ukhuwah.

*Kepada internal Kader SEMMI se Nusantara*

1.Menggunakan hak politiknya secara cerdas, arif, beranggung jawab, mandiri, dan menolak dengan tegas berbagai praktik politik uang, serta dapat menjadi teladan bagi masyarakat pada umumnya.

2. Kepada Kader SEMMI dipersilakan untuk memilih calon kepala daerah yg dipandang memiliki integritas, kemampuan dan kemauan membangun daerah, komunikasi yang baik serta berjiwa ksatria siap bersinergi menang atau kalah demi kemajuan bangsa dan negara.

3. Kader SEMMI hendaknya tetap menjaga netralitas sesuai dengan sifat organisasi yang independen tidak terkait Iangsung dengan politik praktis kekuasaan dan menolak Politik Uang.

4. Kader SEMMI tidak diperkenankan untuk menggunakan berbagai fasilitas, properti, dan ataupun atribut organisasi dalam proses pilkada dari awal hingga akhir.

5. Jika terjadi pelanggaran, maka kader yang bersangkutan akan mendapat sanksi sesuai dengan tingkat pelanggaraannya.

Jakarta, sabtu, 23 Juni 2018

Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia

Billahifii Sabililhaq
Wassalammualaikum Wr. Wb

Imam Rinaldi Nasution
Sekretaris Jenderal

Bintang Wahyu Saputra
Ketua Umum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *