Garut,  pbsemmi.org – Pengurus Daerah Syarikat Mahasiswa Muslimin Indonesia kabupaten Garut mengecam dan menganggap tindakan pengibaran bendera Zionis Israel dalam konvoi warga dipapua sebagai bentuk merendahkan harkat martabat Bangsa Indonesia.

 

Aparat pemerintah dinilai diam, semua media seolah bungkam, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 1958 tentang Penggunaan Bendera Asing tentu sangat miris jika terdapatnya aturan tersebut justru dikotori dengan adanya aksi pengibaran bendera Israel oleh ratusan warga Indonesia. Konvoi ratusan warga Indonesia mengibarkan bendera Israel tersebut dapat dilihat pada vidio yang viral dimedia sosial mendapat kecaman keras dari masyarakat dan lembaga masyarakat.

Ketua PD Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Garut, menanggapi kejadian pengibaran bendera Israel oleh WNI mengaku sangat prihatin dan menyayangkan sikap pemerintah dalam hal ini aparat keamanan yang tidak dapat mencegah aksi tersebut. Menurut Fathan, Pengibaran bendera asing sudah diatur oleh undang-undang dan peraturan dan aksi pengibaran bendera Israel di Papua sebagaimana dalam vidio amatir yang berhasil direkam warga itu patut dan layak diduga makar. “Bagaimana aparat kecolongan tidak bisa melihat aksi pengibaran bendera Israel oleh ratusan warga papua?, bukankah ini bisa membahayakan keutuhan NKRI yang sudah diatur dalam undang-undang mengenai pengibaran bendera asing?”, Kata fathan,

 

“SEMMI meminta kepada aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap semua pelaku kejahatan, terlebih lagi bangsa ini dihadapkan pada ketakutan pada persoalan teror bom yang sengaja memecah belah bangsa”, pungkas Fathan Sementara itu salah satu warga juga memprihatinkan atas pembiaran pengibaran ratusan bendera Israel tersebut, Konvoi warga Papua, Senin 14 Mei 2018 lalu mengibar-ibarkan bendera Israel keliling kota berkaitan dengan peresmian kedutaan besar AS di Jarusalem, seharusnya tidak terjadi.

Bila aparat inteljen pemerintah tanggap. Ini mengesankan pemerintah diam tak kuasa menghadapinya. Dan yang mengenaskan, semua media bungkam seribu bahasa. Apakah aparat pemerintah sibuk fokus menangani kasus teror bom yang nelakangan terjadi, Media juga beranggapan kasus bom itu lebih dahsyat gaungnya sehingga tak tertarik dengan aksi konvoi warga Papua dengan membawa dan mengibarkan bendera negara zionis itu. “Jelas kami mengecam tindakan teror yang belakangan ini membuat kekacauan, namun saya juga meminta kepada aparat untuk menindak dan mencari dalang pengibaran bendera zionis dipapua,”Ungkapnya “Jelas ini kejadian merendahkan martabat NKRI. Sungguh kejadian ini memilukan dan sangat menyedihkan bagi Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) sebagai anak bangsa yang masih menjadi penjaga setia Pancasila”tutupnya,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *